29 Januari 2011

Gak Ada Bendungan, Tuh...


Seorang pejabat indonesia berkunjung (studi banding) ke China. Saat tiba, beliau dijamu, dihibur, dan diajak kerumah megah milik sang pejabat China. Saat ngobrol, pejabat indonesia iseng2 bertanya
"wah kamu pegawai negeri, tapi kok bisa sampai punya rumah mewah begini, yah?"
pejabat china senyum2 dan mengajak pejabat indonesia ke dekat jendela lalu menunjuk ke luar. "kamu lihat jembatan besar disebelah sana?" ujarnya. Pejabat indonesia ngangguk.
"Nah, itu 1 persen" kata pejabat china menepuk dada dan mengedipkan mata.
Pejabat indonesia langsung paham 1 persen itu adalah dana pembangunan jembatan yang lari ke kantong pejabat china ini.
Minggu depan giliran pejabat china yang ke Indonesia. Setelah dijamu dan dihibur, sang pejabat china dibawa ke rumah pejabat indonesia. Betapa terkesanya sang pejabat china saat melihat tempat tinggal pejabat indonesia yang bagaikan istana raja; vila megah lengkap dengan kolam renang, lapangan tenis, helipad, lapangan golf pribadi, semua berlapis emas.
" wah kamu juga pejabat negeri, tapi lebih hebat ya. Rumah kamu seperti istana begini. jauh lebih megah dibandingkan rumah saya " komentar si orang china
Sang tuan rumah mengajak tamunya keujung jendela dan menunjuk keluar.
"kamu lihat bendungan besar diujung sana ? " tanya si pejabat indonesia
Si pejabat china celingukan mencari bendungan yang dimaksud pejabat indonesia, tetapi dia tidak melihatnya, " mana?? gak ada bendungan, tuh..."
Pejabat indonesia menepuk dada sambil mengedipkan mata
"nah, itu SERATUS PERSEN..."
(big djamboel)

TENTANG ARKEOLOG ,JIN LAMPU, DAN WANITA


Seorang arkeolog sedang menggali sisa-sisa peradaban lama disekitar situs candi. Ketika dia menemukan lampu ajaib, dia langsung menggosok-gosok dan PUFFF..seketika itu juga muncul jin penungggunya
" salam wahai manusia, kamu sudah membebaskan saya dan sebagai gantinya kamu boleh minta stu permintaan " sembah sang jin.
" Lha..kemana dua permintaan lagi ?" tanya arkeolog heran
" nah.nah.nah kamu kebanyakan nonton filem sih, saya hanya mengabulkan satu permintaan saja dan boleh menolaknya jika sulit untuk dipenuhi " jawab si jin
" Ya deh,..kayaknya saya puas dengan satu permintaan" ujar si arkeolog
" Monggo.." kata si Jin tersenyum PeDe
" Hmm dari dulu saya ingin naek ke puncak semeru dan meneliti tapi gak kuat jalan. Jadi tolong buatkan eskalator turun naek dari kaki gunung hingga ke puncaknya.
" APAA ???..permintaan yang mustahil. Itu akan menelan biaya trilyunan rupiah, jutaan kantong semen, ratusan ribu pekerja, dan bertahun-tahun pengerjaannya..Manusia sialan,. Pilih permintaan lainnya!!"
Si Arkeolog sangat kecewa karena si jin tidak bisa memenuhi permintaannya. Dia terpekur sejenak dan akhirnya berkata
"baiklah kalau begitu aku minta permintaan yang sederhana saja. Aku ingin sangat MENGERTI perasaan wanita, membuat BAHAGIA mereka, sehingga mereka SETIA kepadaku"
Kini giliran jin yang terpekur...dan akhirnya sang jin berkata :
" Eh, kamu pingin pegangan eskalator yang tadi berwarna merah atau biru ?.. "

STOP..KIRI !!


Suatu malam seorang laki-laki mabuk naik bis dan duduk di sebelah perempuan berumur.
Si nenek memandangnya dari atas ke bawah dengan prihatin. Kemudian berkata
" Tahu nggak, kamu akan ke neraka !"
Si lelaki melompat kaget dan berteriak, " Stop..kiri ! Gue salah naek bis..."

TURIS KOREA DAN PETUGAS IMIGRASI


Seorang petugas imigrasi bandara bertanya pada seorang turis dari korea
Petugas : " Nama ? "
Turis : " Pak Yu .."
Sang petugas marah dan berteriak " FUCK YOU! jangan macam2 dengan saya. Sekarang sebutkan nama lengkap kamu!!!"
Turis : " Pak Yu Tu.."

(big djamboel)

MBAK, TEMEN SAYA MATI...


Dua orang laki-laki dari Jakarta sedang berburu di Ujung kulon. Tiba-tiba salah seorang
dari mereka jatuh terjerembab, dan tidak bangun lagi. Matanya putih, dan tidak bernafas, tidak ada denyut jantung. Melihat itu, salah seorang temennya panik, dan mengambil HP menghubungi rumah sakit terdekat.
"mbak,..tolong mbak, temen saya mati mendadak..apa yang harus saya lakukan ?" tanya si teman panik. Dengan tenang dan lembut operator UGD diseberang sana menjawab :
"tenang, pak. Tarik nafas dulu. Saya akan bantu bapak. Pertama-tama bapak harus pastikan dulu bahwa temen bapak itu benar-benar sudah meninggal.." ujar operator UGD.
Sunyi sejenak,..kemudian terdengar suara tembakan senapan.
Suara laki-laki tersebut kembali terdengar di ujung telepon.
"Sudah, mbak..nah, sekarang saya harus ngapain ??? " tanya laki-laki itu polos.